Benarkah, Laki-laki Lebih Rentan Terjangkit Virus Korona?

Hasil gambar untuk virus corona masker

Ada bukti baru mengenai makin menyebarnya Virus Korona. Dimana, lelaki lebih rawan terjangkit virus itu, daripada wanita. Hal tersebut sebab Bila disaksikan dari data perbandingan pengidap virus corona di China, di antara lelaki serta wanita ialah 13:4.

Bermakna perhitungannya, tiap 13 lelaki yang menderita virus corona, cuma ada empat wanita yang positif virus 2019-nCoV ini.

Hal tersebut diutarakan Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi serta Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Kampus Indonesia (FK UI), Erlina Burhan.

“Karena lelaki mobilitasnya tambah tinggi serta ada unsur lelaki banyaknya makin banyak dibandingkan wanita di China.

Tidak itu saja mengenai mobilitas saja, tapi rutinitas merokok jadi unsur lain dari gampangnya menderita Virus Korona.

“Asap rokok melumpuhkan rambut getar atau cilia yang berada di aliran napas, jadi kurangi potensi skema pernafasan dalam bersihkan aliran napas,” lebih dokter spesialis paru-paru ini.

Bukan sekedar Erlina Burhan saja yang mengatakan bukti itu, dokter spesialis mikrobiologi klinik, Fera Ibrahim ungkap, lelaki makin banyak memiliki Reseptor ACE2 dibandingkan wanita.

“Virus itu jika ingin masuk ke sel harus ada tempat masuk yang kita ucap reseptor. Reseptor ia (Virus Korona) ialah ACE2 sama dengan SARS. Berdasar riset yang telah ada mengenai SARS, periset cari ada dimanapun ACE2 serta hasilnya makin banyak di lelaki dibanding wanita,” tambah Fera.

Dikabarkan awalnya, Virus Korona sudah menjangkit lebih dari 7.800 orang di 17 negara. Selain itu, Komisi Kesehatan Nasional China dalam pengakuan terbarunya memverifikasi korban wafat sebab wabah Virus Korona sekarang sampai angka 170 orang. Sedang jumlahnya pasien yang pulih disampaikan baru sampai 128 orang.

Di bagian lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengutamakan utamanya screening kesehatan tiap orang yang baru masuk ke satu negara bersamaan menambahnya masalah positif Virus Korona baik di China atau negara yang lain.

Menurut WHO, masalah Virus Corona yang diketemukan di luar China rata-rata diketemukan lewat skrining kesehatan di pintu masuk negara, dengan memakai pendeteksi demam dengan alat pemindai suhu panas badan.

Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia itu memperingatkan terdapatnya peluang orang yang terinfeksi Virus Korona dapat selamat dari pendeteksi demam, sebab belum memunculkan tanda-tanda atau dalam waktu inkubasi virus. Tiap negara harus juga memerhatikan jika ada wisatawan yang tidak mengatakan jujur pada keadaan kesehatan tubuhnya.

WHO minta tiap negara menerapkan screening kesehatan di pintu masuk, screening temperatur badan, bertanya kisah perjalanan, serta menyosialisasikan supaya warga tingkatkan kesadaran akan kesehatan tentang efek berkaitan penyakit itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: